Senin, 18 Juli 2011

Masalah PAUD

JUBI---Kendati berbagai komitmen internasional maupun nasional telah menegaskan tentang pentingnya pembinaan bagi anak usia dini, namun dalam kenyataannya masih terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi.  Padahal Pemkab Merauke telah memberikan respon positif kepada program PAUD yang ditandai dengan  semakin bertambahnya lembaga PAUD dan jumlah warga belajar yang semakin meningkat.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze dalam arahannya di depan peserta pelatihan P-PAUD yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, bertempat di Bina Pankat selama 21 hari (26/10).
Menurut Bupati Gebze, permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan PAUD itu sendiri diantaranya, belum semua orang tua dan masyarakat menyadari pentingnya PAUD, belum semua lembaga layanan pengembangan anak usia dini yang telah ada di masyarakat dimanfaatkan untuk layanan PAUD. Begitu juga dalam permasalahan lembaga pengelola PAUD, masih terjadi kekurangoptimalan dalam pengelolaannya. Dia mengatakan, masih terbatas pula partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pengembangan PAUD dan masih terbatasnya fasilitas/sarana/prasarana untuk mendukung program PAUD.
Di lain sisi, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah, Michael Talubun menyampaikan pentingnya pendidikan anak usia dini. Di mana berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa perkembangan yang diperoleh pada masa usia dini sangat mempengaruhi perkembangan anak pada tahap berikutnya hingga masa dewasanya. Namun demikian, dari hasil pendataan, dalam kenyataannya masih banyak anak usia dini yang belum terlayani yaitu sebesar 64,51%.  Sehingga Michael  berharap agar tenaga pendamping P-PAUD dapat meningkatkan mutu dan mengajak setiap orang tua anak terutama yang berada di kampung-kampung agar dapat mengenyam pendidikan dini guna merangsang kecerdasan anak sejak dini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar